Review game Banished

Review game Banished - Hallo sahabat Informasi seputar game, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Review game Banished, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel PC, Artikel Review, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Review game Banished
link : Review game Banished

Baca juga


Review game Banished

Salah satu genre yang sangat cocok dimainkan di PC adalah city-building seperti SimCity atau Tropico. Tetapi akhir-akhir ini genre tersebut semakin jarang terlihat karena daya tariknya yang bisa dibilang cukup terbatas. Belum lagi ditambah dengan kacaunya peluncuran SimCity terbaru yang mungkin membuat makin banyak publisher tidak ingin membuat game dengan genre tersebut (meskipun sebagian besar masalah dikarenakan oleh kebijakan ‘always online’).

VGI Review Banished
Loading screen yang membuat depresi

Untungnya, dengan bangkitnya ranah indie di industri game, gamers bisa melihat berbagai macam game dengan genre unik yang tidak terkekang publisher. Salah satu game indie yang VGI maksud adalah Banished yang dikembangkan oleh Shining Rock Software. Dalam game ini, gamers harus membangun sebuah desa bagi orang-orang yang telah diasingkan.
Sekilas Banished adalah game yang terlihat sangat damai. Tidak ada musuh yang menyerang ataupun kesibukan kota. Tetapi sebenarnya Banished adalah game city-building yang dicampur dengan elemen survival. Ya, memang susah untuk membayangkan kedua genre itu bertemu, namun Banished terbukti berhasil mempersembahkannya.

VGI Review Banished
Bisa zoom-out hingga jauh

Ketika mulai bermain, gamers akan diberikan resource dengan jumlah yang sangat terbatas dan kemudian harus mengumpulkannya kembali dari alam. Resource dalam Banished dibagi menjadi beberapa, seperti makanan, batang pohon, batu, dan besi. Nantinya resource tersebut bisa diolah menjadi kebutuhan lainnya, seperti kayu bakar atau pakaian. Tetapi gamers tidak bisa serakah dalam mengambil resource karena dapat berakibat fatal. Contohnya, jika gamers menebang pohon secara sembarangan dan membuat hutan menjadi gundul, nantinya gamers akan kesulitan mengumpulkan makanan karena rusa melarikan diri, jamur dan beri pun tidak akan tumbuh kembali.
Selain harus memperhatikan resource, gamers juga harus mengawasi kesehatan penduduk desa. Hal ini sangat penting dikarenakan penduduk desa adalah resource yang paling penting. Mereka adalah tenaga kerja yang membangun bangunan, mengumpulkan makanan, membuat peralatan, dan lainnya. Selain jumlahnya yang terbatas, penduduk juga bisa mati, mulai dari karena umur, penyakit yang tiba-tiba muncul, kedinginan, hingga tertimpa pohon. Ketika ada warga yang mati, tidak mudah untuk menggantikannya karena penduduk baru akan terlahir sebagai anak kecil terlebih dahulu dan tidak bisa langsung digunakan sebagai tenaga kerja.

VGI Review Banished
Anak lahir dari berumur 0 tahun dan sudah bisa bermain

AI penduduk dalam Banished cukup menarik. Gamers harus mengatur sendiri jumlah pekerja untuk suatu pekerjaan. Apabila ada dua bangunan untuk pekerjaan yang sama, penduduknya akan secara otomatis membagi pekerjaannya. Apabila mereka telah berhasil mencapai target jumlah resource yang dibutuhkan, maka AI akan otomatis membantu mengumpulkan resource dari alam. AI-nya bisa dibilang cukup pintar, tetapi sedikit bodoh juga. Contohnya ketika penduduk yang sudah ditugaskan untuk membangun bangunan, tetapi mereka tetap mengerjakan pekerjaan lain atau kadang mereka tidak mau berjalan di jalan yang sudah dibangun, padahal jalan itu sendiri ditujukan dibangun untuk membuat perjalanan menjadi lebih cepat.

Banished bisa dibilang tidak memiliki akhir. Tujuan gamers hanya benar-benar harus membuat warga desa bisa hidup. Tetapi apabila semua penduduk mati, game-nya tetap akan berlanjut meskipun gamers tidak bisa melakukan apa-apa. Apabila itu terjadi maka gamers harus mengulang game dari awal lagi. Banished tidak menawarkan obyektif selain harus membuat penduduk desa tetap hidup. Sebagai gantinya, game ini menawarkan achievement yang berfungsi sebagai obyektif-obyektif kecil, contohnya adalah membuat desa di atas gunung dengan iklim yang keras dan harus bertahan hidup selama 20 tahun dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 50 orang.

VGI Review Banished
Kumpulan resource

Yang paling menarik dari Banished adalah developer-nya. Shining Rock Software hanya terdiri dari satu orang saja yaitu Luke Hodorowicz. Seluruh yang gamers lihat dari game ini merupakan buatannya sendiri, mulai dari model 3D, AI, bahkan hingga musiknya. Ia berhasil merampungkan game ini setelah proses selama tiga tahun.


VGI Review Banished
Mati karena ketimpa pohon itu cukup membuat sakit hati

Mungkin Banished memiliki daya tarik yang kecil apabila dibandingkan dengan game city-building pada umumnya lantaran variasi bangunan yang tidak banyak atau micro-management yang cukup banyak dimana gamers harus memperhatikan keadaan resource dan penduduk desa. Tetapi bagi penggemar game survivalBanished adalah judul yang benar-benar bagus. Jika VGI andaikan, maka Banished adalah sebuah SimCity yang dicampur dengan Dark Souls. (RG)


Demikianlah Artikel Review game Banished

Sekianlah artikel Review game Banished kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Review game Banished dengan alamat link https://www.augame.info/2020/02/review-game-banished.html

0 Response to "Review game Banished"

Posting Komentar