Review game Killzone: Shadow Fall

Review game Killzone: Shadow Fall - Hallo sahabat Informasi seputar game, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Review game Killzone: Shadow Fall, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel PC, Artikel playstation, Artikel Review, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Review game Killzone: Shadow Fall
link : Review game Killzone: Shadow Fall

Baca juga


Review game Killzone: Shadow Fall

Augame.info - Peperangan seakan tidak berkesudahan. Vektan dan Helghast terus bertikai demi mempertahankan kelangsungan kelompoknya masing-masing. “Terracide,” suatu peristiwa besar yang telah merenggut milyaran nyawa di Helghan, menjadi latar belakang terciptanya New Helghan sebagai koloni baru Vekta. Namun, tinggal berdampingan di planet yang sama nyatanya tidak mengakhiri konflik yang selama ini terjadi di antara kedua kubu. Kini, krisis telah memasuki babak baru dengan transisi Guerilla Games dan Sony ke era next-gen.


Itulah sepenggal premis cerita dari Killzone: Shadow Fall, sebuah judul perdana Killzone yang dipersembahkan secara khusus untuk debut PS4. Game ini diperkenalkan pertama kalinya melalui ajang pengumuman PS4 tahun lalu, dimana Shadow Fall turut dipertunjukkan ke hadapan publik bersama dengan beberapa judul lain seperti KnackDeep Down, dan lainnya. Menandai debutnya untuk platform terbaru Sony, jelas halnya bahwa Shadow Fall datang dengan menyandang ekspektasi yang tinggi akan performanya, baik sebagai launch title yang mengutilisasi teknologi baru PlayStation maupun sebagai game yang dinanti para pecinta serial Killzone.

Shadow Fall memperkenalkan tokoh utama bernama Lucas Kellan, seorang VSA (Vektan Security Agency) Shadow Marshall yang bertugas menjaga situasi di antara kedua belah pihak yang bersitegang. Perjalanan Lucas dimulai sewaktunya masih kecil dimana ia dan ayahnya berniat melarikan diri dari New Helghan. Naas, pelarian tersebut harus berujung dengan merenggut sang ayah dari dirinya. Ia pun tumbuh di bawah didikan Sinclair, seorang Shadow Marshall, yang tak lain juga pimpinannya di VSA. Meski tampil dengan cerita yang melanjutkan perseteruan Vektan dan Helghast, amat disayangkan Shadow Fall belum berhasil untuk mengantarkan standar yang diharapkan. Ketimbang menjadi sebuah pengembangan yang pantas menyandang nomor pada judulnya, cerita di sini secara keseluruhan cenderung merupakan sesuatu yang lebih bersifat pelengkap dari semesta Killzone. Entah apakah kesan yang demikian terletak pada penggarapan ceritanya, atau judul ini memang baru sekedar pengantar untuk sekuel yang sebenarnya.


Seperti Killzone umumnya, Shadow Fall merupakan sebuah game FPS (first-person shooter) yang konvensional pada dasarnya. Dalam nuansa sci-fi yang kental, gamers kembali dibekali persenjataan bergaya futuristik yang sebagian besarnya sudah tak asing di mata para fans. Adapun senjata-senjata ini meliputi versi futuristik dari sejumlah varian rifle yang umum ditemukan pada game FPS modern, dengan beberapa di antaranya juga ada yang memiliki secondary mode. Akan tetapi, Shadow Fall turut menyertakan fitur baru berupa OWL, sebuah attack drone yang berfungsi membantu Shadow Marshall dalam menjalankan operasinya. Uniknya, peranan OWL merupakan sesuatu yang diikutsertakan dengan tujuan mempertunjukkan salah satu kelebihan PS4, yakni touchpad baru DualShock 4. OWL memiliki empat fungsi yang dapat diakses menurut arah pada touchpad. Melakukan swipe ke atas akan mengaktifkan attack mode, kiri untuk melakukan stun, kanan untuk menggunakan zipline, dan bawah akan menyalakan shieldselama beberapa saat. Tidak hanya itu, OWL juga dapat melakukan revive pada saat kritis, dengan membutuhkan adrenaline packs.


Dan OWL bukanlah satu-satunya improvisasi yang dilakukan Guerilla dengan memanfaatkan teknologi DualShock 4. Bersama dengan implementasi touchpad itu, light bar dan built-in speaker pada controller baru ini juga menjadi gimmick yang dimanfaatkan. Light bar pada controller akan terlihat menyala dengan indikasi warna yang berbeda-beda menurut kondisi health-nya, sedangkan built-in speaker ada kalanya bekerja untuk memperdengarkan suara dari sejumlah audiolog yang tersebar di sepanjang game. Memang, ini hanyalah gimmick yang sekedar diadakan untuk memanfaatkan kapabilitas-kapabilitas sedemikian rupa.


Demikianlah Artikel Review game Killzone: Shadow Fall

Sekianlah artikel Review game Killzone: Shadow Fall kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Review game Killzone: Shadow Fall dengan alamat link https://www.augame.info/2020/02/review-game-killzone-shadow-fall.html

0 Response to "Review game Killzone: Shadow Fall"

Posting Komentar